Kamis, 12 November 2009

Catty Kitten Cat



Jadi ceritanya dulu itu aku paling tidak suka hewan berbulu yang bernama kucing. Takut bulunya, begitulah kalau aku ditanya kenapa sampai membenci kucing. Tapiii...lain dulu lain sekarang. Entah kenapa sekarang aku jadi gemes banget kalau ketemu dengan yang namanya kucing. Dulu yang namanya deket saja males. Tapi sekarang kalau lihat kucing pasti bawaannya pengen ngelus-ngelus. Hehehe...

kalau dilihat-lihat...ternyata kucing itu lucu-lucu banget ya... Kalau lihat foto kucing yang lagi tidur,,waaa....lucu banget...imut-imut. ^^,

Tapi ternyata biatang-binatang lucu itu bisa ganas juga loh... Keimutannya itu ternyata bisa menularkan penyakit. Yang paling sering disebut dan harus diwaspadai adalah penyakit toxoplasma. Penyakit ini adalah parasit yang hidup di usus kucing. Biasanya kan keluar menempel pada kotoran kucing dan juga melekat pada mulut, bulu, dan tempat makan kucing. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua kucing menularkan penyakit ini. Hanya kucing yang tertular saja dan hewan lain seperti anjing dan kerbau pun juga bisa menularkan penyakit ini.

Penyakit toxoplasma akan menimbulkan masalah jika menular pada wanita yang tengah hamil. Kehamilan dengan toxoplasma akan berakibat anak cacat dalam kandungan. Bahkan bisa mengakibatkan kematian pada sang anak.

Kamis, 05 November 2009

Beware of "Begadang"

Beberapa minggu terakhir ini rasanya aku jadi seorang begadangholic. Why not...tiap malam saat semua orang satu rumah sudah terlelap, aku pasti masih terjaga dengan mata segedhe bola ping pong. Heran...bisa-bisanya betah begadang. Dapat dipastikan juga kalau terjagaku ini tidak akan terganggu sedikit pun oleh rasa kantuk sebelum jarum jam menunjukkan angka 2 atau lebih. Paling-paling hanya rasa lapar yang sering menyerang tengah malam...heuuuwww...

Then, what I do in the midnight? so many things. Bisa bermacam-macam kegiatan. Kadang berkutat dengan skripsi (kalau sedang tidak malas), bisa nonton TV (meski acaranya bikin bosen), atau bisa juga onLine di depan komputer dan berfesbuk ria. Dan kegiatan terakhir inilah yang sekarang sering banget aku lakukan saat begadang. Hahaha...bukannya korban fesbuk...tapi daripada bengong belum bisa tidur. It's better to open my facebook and find something there..hehehe

Tapi sebenarnya ga bagus juga sih kalau terlalu sering begadang. Kusempatkan browsing di internet mengenai dampak negatif terhadap orang yang terlalu sering begadang. Hasilnya ternyata benar-benar membuat saya ngeri. Beberapa artikel mengulas bahwa begadang dapat memicu KANKER HATI. Bahkan artikel lain menyebutkan bahwa WHO telah merekomendasikan negara0negara anggotanya untuk menilik kembali jadwal shift malam pegawainya. Hal ini berkaitan dengan dampak begadang yang dapat memicu KANKER PROSTAT dan PAYUDARA. Hal ini dikarenakan begadang dapat menyebabkan gangguan pada organ dalam manusia. Orang yang melakukan aktivitas malam hari (begadang) akan mengalami ketidakseimbangan hormon dalam tubuhnya. Akibatnya sistem kekebalan tubuh akan terganggu. Selain itu proses metabolisme dalam tubuh pun akan terganggu. Beberapa hal yang perlu diketahui:

* Malam hari pk 21.00 - 23.00: pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
* Malam hari pk 23.00 - 01.00: saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
* Dini hari pk 01.00 - 03.00: proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.
* Dini hari pk 03.00 - 05.00: de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
* Pagi pk 05.00 - 07.00: de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.
* Pagi pk 07.00 - 09.00: waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.


Well,,setelah mengetahui kenyataan seperti itu rasanya kita harus berpikir sekian kali untuk begadang. Jangan terlalu sering begadang. Mulai sekarang harus menjaga pola hidup yang sehat agar badan tetap bugar...!! ^o^

Senin, 02 November 2009

Crafty Crafty

Buat kamu yang tertarik sama hal-hal yang berbau kerajinan tangan atau handmade,,cek this out..:

http://craftyserafita.blogspot.com

Crafty Serafita

Sejak masih SD aku sudah mengenal segala sesuatu yang berbau ketrampilan atau kerajinan tangan. Pertama mengenalnya melalui seorang guru les privat waktu SD. Aku ingat waktu itu hanya ada tiga pelajaran yang aku suka saat les, yaitu matematika, nulis Jawa, dan ketrampilan. Pernah suatu kali aku mencubiti tangan sang guru karena beliau memberikan pelajaran di luar ketiga bidang itu..^^

Tak heran kalau akhirnya aku sangat mengenal kerajinan tangan. Terlebih lagi guru privat saat itu memang dikenalpandai dalam membuat kerajinan tangan. Bukannya sombong, saat itu aku juga tergolong cepat menguasai dibanding teman2 lain. Mulai dari bikin kristik, nyongket, bikin rangkaian bunga dari pita, bunga dari benang, dll. Tanpa aku sadari ternyata kebiasaan waktu kecil itu terbawa sampai aku sedewasa ini. Selalu saja ingin membuat sesuatu dari tangan sendiri. Entah mau dikasih ke orang atau dipakai sendiri, ada kepuasaan terdiri saat kita berhasil membuat sesuatu dengan tangan sendiri.

Itu pula yang akhir2 ini sedang aku kerjakan. Kembali mengenang masa lalu dengan membuat berbagai macam kerajinan. Apapun yang bisa kubuat. Hasilnya bisa dilihat di sini nih.. Crafty Serafita Meski baru sedikit sih...tapi masih banyak yang sedang dalam proses pembuatan. ^o^

Selasa, 07 Juli 2009

Tour de Pacitan

Unforgettable Moment

Rasanya baru kemarin kami bersama-sama menapaki universitas ini untuk pertama kalinya. Menjadi mahasiswa baru dengan ornamen khasnya. Seperti makhluk asing yang baru saja menginjakkan kaki di bumi. Tak terasa kami sudah berada di penghujung tahun ke-empat. Satu-persatu dari kami mulai berbenah untuk menanggalkan status mahasiswa yang telah disandang selama empat tahun terakhir.

Empat tahun menjalani kehidupan bersama-sama sebagai mahasiswa Sastra Inggris rasanya tak akan cukup untuk mengisahkan semua kenangan yang telah dilalui. Suka, duka, susah, senang, canda, dan kecewa bahkan iri, dengki pun sering menjadi bagian dari masing-masing diri kita selama empat tahun ini. Tapi bagi kai, itulah kebersamaan. Apapun keadaan kami, kami memang hidup bersama.

Mengawali sesuatu bersama-sama, membuat kami ingin kembali bersama di tengah perpisahan yang telah di ujung mata. Oleh karenanya beberapa teman berinisiatif untuk menggelar acara touring bersama yang mereka sebut “Tour de Pacitan”. Dari awal, rencana ini memang banyak terjadi adu argumen. Hal yang wajar terjadi. Akan tetapi, setelah terjadi banyak perdebatan akhirnya bisa diambil satu keputusan.

Sabtu, 4 Juli 2009 sekitar pukul 07.10 WIB
Rombongan Sastra Inggris 2005 berangkat dari boulevard depan UNS dengan minibus sederhana. Sayangnya, tidak semua dari kami bisa ambil bagian dalam acara kali ini. Beberapa teman kami telah menempuh perjalanan beberapa menit sebelumnya dengan mengendarai motor. Hanya tersisa 18 orang yang 17 di antaranya adalah perempuan berangkat dengan mengendarai minibus. Perjalanan diperkirakan akan memakan waktu tiga jam untuk sampai di Pacitan.

Pukul 11.15 WIB
Kami memasuki kawasan yang menjadi tujuan pertama kami, Pantai Klayar. Rupanya perjalanan tidak semulus yang kami bayangkan dan memakan lebih banyak waktu. Beberapa kendala kecil turut menghambat perjalanan kami. Kondisi geografis kawasan ini pun mau tak mau membuat kami sedikit khawatir. Apalagi dengan kondisi bus yang mulai menampakkan adanya ketidakberesan.

Setelah beberapa kali berhenti untuk memperbaiki kondisi bus, kami mulai ragu untuk meneruskan perjalanan ke tujuan pertama. Apalagi setelah mendengar ketearangan dari teman kami yang sebelumnya telah mencoba ke sana dengan berkendara motor bahwa jalanan berbatu dan tidak mungkin dilemati sebuah minibus sekalipun. Jarak yang harus ditempuh untuk mencapai lokasi pun masih berjarak sekitar 15 km.

Akhirnya kami putuskan untuk membatalkan niat mengunjungi lokasi pertama. Kami memilih untuk berputar dan beralih ke tujuan kedua, Pantai Srau. Belum jauh bus kami berputar, tiba-tiba satu guncangan hebat terjadi dan membuat kami semua yang di dalam bus tercekat. Ternyata minibus yang kami tumpangi berusaha menghindari pengendara bermotor yang jatuh yang kebetulan berpapasan dengan bus kami. Tak ada perasaan lain selain lega karena si pengendara jatuh bukan karena tertabrak bus kami dan lega karena kami tak perlu merasakan bagaimana rasanya berguling-guling di bawah jurang sana. Tak berhenti sampai di situ hambatan kami, beberapa meter berjalan dari TKP, bus kami kembali mogok. Kali ini terpaksa kami harus turun dan berjalan beberapa meter sambil menunggu sopir dan asistennya memperbaiki bus.

Pukul 13.30 WIB
Rombongan tiba di Pantai Srau. Perjalanan menuju tempat kedua ini rasanya tak ada kendala yang cukup berat. Sementara kami menikmati suasana yang masih sepi pengunjung itu, sopir dan asistennya tampak kembali berkutat memperbaiki bus yang kami tumpangi.

Pukul 15.00 WIB
Rombongan meninggalkan Pantai Srau dan menuju Pantai Teleng Ria.

Pukul 16.00 WIB
Rombongan tiba di pantai Teleng Ria. Rasa lelah yang sebelumnya sudah menghampiri kami seperti menghilang setelah kembali berhadapan dengan laut. Akan tetapi, rasa khawatir kembali muncul ketika si sopir menyampaikan bahwa mereka harus meninggalkan kami sekitar tiga jam untuk memperbaiki kondisi bus di bengkel. Apa boleh buat. Like my friend said “our safety is more important than others”. Sementara sopir dan asistennya membawa bus ke bengkel, kami menghabiskan sore yang tersisa di pantai ini.

Menjelang maghrib.
Kami memutuskan untuk berbenah. Setelah mandi dan menunaikan sholat, kami berkumpul untuk makan malam sambil menunggu bus datang. Sementara itu, pantai semakin sepi dan warung-warung mulai tutup.

Pukul 18.30 WIB
Akhirnya, bus yang akan membawa kami pulang muncul. Kami beri kesempatan sopir dan mas asistennya untuk sekedar beristirahat, makan dan mengumpulkan tenaga untuk membawa kami pulang.

Sekitar pukul 19.30 WIB
Kami memutuskan untuk kembali ke kota Solo. Yang terlintas dalam pikiran kami saat itu adalah pulang dengan selamat tanpa ada hambatan apapun lagi. Tapi ternyata kami salah, di tengah perjalanan bus sempat berhenti karena beberapa kabel mesin yang ‘konslet’. Saat itu beberapa dari kami memang mencium bau terbakar. Setelah berhenti sejenak, kami lanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 22.30 WIB
Rombongan kembali menginjakkan kaki di kawasan Universitas Sebelas Maret Surakarta.


Thanks to:
- Teman-teman satu bus…terima kasih telah berbagi suka duka..tetap bersama dalam susah senang kemarin.
- Tim Rider (Febri,Adwin,Alwi+adek’nya…) You’re very responsible men. Two thumbs up for you. Mulai dari kalian memperingatkan kami akan medan yang akan kami tempuh…menemani kami kembali ke pantai yang sebelumnya sudah kalian kunjungi…menemani kami menunggu bus datang…bahkan rela pulang malam setelah kami benar-benar masuk bus..padahal kami tahu malam itu perjalanan kalian pulang pasti lebih berat daripada kami..capek,gelap, masih harus berkendara motor. Kalian bener-bener setia kawan… thanks, guys.
- Pak sopir dan asistennya, terima kasih sudah mengupayakan yang terbaik buat kami dan tetap mengutamakan keselamatan kami apapun yang terjadi. We know you’re very brave men.
- Ibu yang jual nasi di Pantai Srau…tanpa si Ibu satu ini kami bakal kelaparan di sana ;P
- Our family at home…for praying for us…

Minggu, 05 Juli 2009

Happy Tanabata, Mina-san

Setiap awal Bulan Juli, tepatnya tanggal 7 Juli, masyarakat Jepang merayakan suatu perayaan yang dirayakan paling meriah di negeri itu, yaitu Tanabata. Festival Tanabata yang paling ramai biasanya dilakukan di dua tempat yaitu di Sendai dan Hiratsuka. Pada malam tanggal 7 itu orang-orang telah mulai menulis wishes mereka yang ditulis dalam kertas warna-warni yang kemudian digantung pada potongan dahan bambu. Kemudian pada malam tanggal 7 itu, mereka membawa dahan bambu itu ke luar rumah atau ke taman mereka.

Sementara ada juga yang berkumpul di taman kota dengan memakai yukata sambil menikmati udara musim panas dan menggantung kertas wishes mereka pada dahan bambu yang ada di sana bersama kertas-kertas milik orang lain. Pemandangan ini amat indah, hampir sama dengan pohon Natal, hanya saja yang ini berlangsung di musim panas.

Orang-orang ini biasanya menggunakan malam itu untuk berkumpul bersama teman-teman, menyalakan lentera, bergembira sambil bernyanyi dan bersenda gurau. Kalau sudah begini, semua orang akan berharap agar malam itu cuaca akan cerah dan tidak turun hujan. Setelah lewat malam itu, maka mereka akan menghanyutkan dahan bambu itu ke sungai atau menggunakannya sebagai orang-orangan sawah yang melambangkan tolakan terhadap bala dan kesialan.

Finally, Happy Tanabata for All, " The evening we meet, tanabata is endless. Tomorrow starts another year which seems to be endless too"

Taken from Santuarie's Blog

Peresmian JRS Solo

Barangkali inilah kali pertamanya para J-Rockstar Solo (JRS Solo) berkumpul bersama dan menyaksikan aksi live J-Rocks (JR) di wilayah Solo Raya. Acara yang digelar oleh Marlboro dan Rollover ini dilaksanakan di alun-alun Kota Sukoharjo dengan JR sebagai suguhan utamanya. Meskipun digelar di Sukoharjo, penyelenggara memilih Indah Palace Hotel yang berada di Kota Solo sebagai tempat menginap anak-anak JR selama 3 hari 2 malam. Kesempatan bagus ini tentu saja tidak dilewatkan begitu saja oleh anak-anak JRS Solo yang tergabung dalam Solo J-Rockstarsclub untuk 'meresmikan' Solo J-Rockstarsclub sebagai fans club JR di wilayah Solo dan sekitarnya sekaligus bertemu langsung dengan anak-anak JR. Dan inilah rekaman kronologi moment-moment penting itu:

Senin, 24 Nov 08
12.30 WIB JRS Solo melakukan kontak dengan crew JR untuk memastikan waktu dan termpat pelaksanaan peresmian sekaligus ketemuan selama mereka di Solo. Saat itu JR sedang dalam perjalanan menuju ke Solo

16.00 WIB Perwakilan JRS Solo menemui JR di Indah Palace Hotel untuk memberi salam selamat datang sekaligus memberikan merchandise khas JRS Solo berupa t-shirt dan pin langsung kepada anak-anak JR. Dan dengan senang hati, mereka tidak keberatan untuk memakai pin JRS Solo sebagai atribut mereka di atas panggung pada malam harinya.

20.00 WIB Malam harinya, kami JRS Solo sudah berkumpul di stand merchandise JR yang berada di lokasi tempat JR akan perform. Di stand tersebut kami disambut oleh Mas Nanang dari crew JR. Di situ kami berbincang-bincang sambil berkoordinasi sebentar dan kemudian kami bersiap-siap maju ke depan panggung.

21.00 WIB Setelah sampai di depan panggung, yang saat itu ternyata sudah ada temen-temen JRS Jogja, kemudian kami bersama-sama menyaksikan aksi JR sambil meneriakkan yel-yel kami J-Rockstars satu spirit..

22.00 WIB Kami JRS Solo sepakat untuk langsung menuju ke hotel tempat anak-anak JR menginap. Setelah sekitar 20 menit menunggu anak-anak JR turun ke lobi hotel, akhirnya sekitar pukul 23.00 JR turun ke lobi menemui kami namun tanpa Wima yang saat itu sedang tidak enak badan dan memilih stay di kamar hotel

23.00 WIB Penandatanganan piagam peresmian JRS Solo oleh anak-anak JR pun dilakukan. Tentu saja diisi dengan sesi foto-foto sambil ngobrol-ngobrol. Dalam kesempatan itu hadir pula perwakilan dari JRS Jogja yang sebelumnya juga telah menyaksikan aksi JR di Sukoharho.

23. 30 WIB Pulang ke rumah masing-masing

Selasa, 25 Nov 08
08.30 WIB Perwakilan JRS Solo kembali ke Indah Palace Hotel yang sedianya ingin mengambil piagam peresmian yang malam harinya memang belum ditandatangani oleh Wima lantaran sakit dan memilih stay di kamar hotel. Karena belum tertandatangani oleh Wima, akhirnya diputuskan akan diambil keesokan harinya (Rabu)

Rabu, 26 Nov 08
08.00 WIB JRS Solo mengontak Mas Nanang untuka memastikan jadwal penerbangan JR pulang ke Jakarta dari Solo

09.45 WIB Beberapa JRS Solo menunggu anak-anak JR di hotel yang kemudian diteruskan dengan mengantar mereka sampai di bandara Adi Sumarmo Solo

11. 45 WIB Tiba di bandara, perwakilan JRS Solo menemani anak-anak JR makan siang di sebuah warung makan yang ternyata sudah menjadi langganan anak-anak JR bila transit di Solo.

12.50 WIB Melepas keberangkatan JR sampai di pintu bandara

Pesan JR buat seluruh JRS
Dari oborolan bareng anak-anak JR sewaktu makan siang di bandara, dapat diambil poin-poin kesimpulan sekaligus pesan anak-anak JR kepada seluruh JRS. Yaitu:

1. J-Rockstarsclub hendaklah selalu dibawa ke arah kegiatan yang positif dan tidak hanya hura-hura (kata Anton)
2. Hal positif bisa diarahkan ke arah kegitan sosial, sebagai contoh dalam kaitannya dengan isu-isu lingkungan maupun kemanusiaan (global warming, AIDS)
3. Tanggal 1 Desember nanti diharapkan kepada masing-masing J-Rockstarsclub di daerah untuk serentak melakuakn aksi bagi-bagi bunga kepada pemakai jalan dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia. Kegiatan ini sebetulnya merupakan kegiatan yang pingin dilakukan oleh anak-anak JRS Solo tanggal 1 Desember nanti yang coba kami paparkan kepada anak-anak JR. Dan anak-anak JR malah kepingin acara ini juga dilakukan serentak oleh JRS di daerah lain.
4. Himbauan terakhir dari anak-anak JR adalah untuk lebih merekatkan persaudaraan sesama JRS antara daerah satu dengan daerah yang lain, dengan sering-sering mengadakan kegiatan bersama-sama dengan JRS dari daerah lain yang berdekatan. Dalam kesempatan ini juga, kami sengaja mengenalkan JRS Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) kepada anak-anak JR sekaligus mengutarakan salah satu cita-cita kita yaitu mengadakan tour J-Rocks 3 Kota (Joglosemar). Tentu saja hal ini masih sekedar obrolan ringan.


Taken from Santuarie's Blog